Sabtu, 26 Maret 2011

Kelompok Tani Patuh

Sejarah Kelompok Tani Patuh

Jarakan, Kebonharjo, Samigaluh

Kelompok Tani Patuh dalam sejarahnya berawal dari Kelompok pendengar Siaran Pertanian di Radio, karena saat itu Th.1979 belum banyak TV maka Radio masih menjadi media efektif dalam penyampaian informasi pertanian, kelompok ini secara rutin berkumpul untuk mendengarkan penyuluhan pertanian dan kemudian membahas dalam sebuah diskusi kelompok, beberapa informasi ada yang langsung dipraktekkan dalam kegiatan kelompok, pengetahuan merekapun selalu bertambah dalam mengelola pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

Dari awal sudah menggunakan nama PATUH yang maknanya dalam bahasa Jawa adalah ”Pamujiku Amrih Negari Kito Makmur Tentrem Tur Raharjo Ugere Sregep Makarti Hayuo ojo lali Ngamalake Pancasila” ( Harapan kita bersama agar Negara kita Makmur, tenteram dan Sejahtera maka kita harus berkarya dengan mengolah sumber daya alam yang ada dan tidak lupa mengamalkan Pancasila Dasar Negara Kita, karena semua tuntunan hidup sudah ada pada Pancasila ) ternyata itu adalah merupakan syair lagu Pocung , lagu Pocung dalam masyarakat Jawa biasanya berisi tentang nasihat-nasihat dan tuntunan hidup.

Era tahun 90 an kelompok ini diberi saran oleh Dinas Pertanian Kulonprogo untuk membentuk kelompok tani dengan merekrut anggota kelompok tani Teh ( Amor Margo Teh ) karena tahun-tahun itu produk Teh tidak lagi berkembang dan cenderung petani teh semakin berkurang, lalu masuklah petani dari Amor Margo Teh dalam kelompok Patuh . Setelah itu kelompok Patuh selalu mengikuti program-program dari Dinas pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

Dalam perkembangannya pada tahun 90 an ada muncul kelompok baru Ngudi Tentrem yang dirintis dari Dinas Peternakan, sebagai kelompok peternakan, karena di Kebonharjo memiliki potensi dalam peternakan kambing Etawa, tetapi dalam perjalannya kelompok ini anggotanya adalah petani yang masuk juga dalam kelompok Patuh, hal ini mengakibatkan kerancuan dalam keanggotaan kelompok yang sangat menyulitkan Dinas untuk melakukan pembinaan, terutama jika akan melakukan pembagian bantuan ternak atau bantuan saprodi , seharusnya keanggotaan tidak boleh merangkap. Ironisnya masih banyak petani yang tidak masuk dalam ke dua Kelompok Tani tersebut sehingga dalam setiap pembagian saprodi atau ternak tidak dapat mendapat bagian, kondisi ini menimbulkan kecemburuan sosial terutama di tahun 2010 dimana ada kelangkaan pupuk Urea sampai Dinas harus menjualnya melalui kelompok tani, ini berarti yang mendapat pupuk hanya mereka yang masuk memjadi anggota kelompok tani.

Untuk mengatasi permasalahan ini maka kemudian diadakan Musyawarah Tani tingkat Pedukuhan yang difasilitasi oleh Lesman ( 4 Mei 2010 ) untuk melakukan reorganisasi dan refitalisasi kelompok tani di Pedukuhan Jarakan, hasilnya kelompok Tani di Jarakan hanya ada 2 kelompok yaitu kelompok Patuh dan Ngudi Tentrem , dan semua petani di Jarakan masuk dalam 2 kelompok tersebut tanpa terkecuali, warga RT 4 dan 5 menjadi anggota kelompok tani Patuh dan RT 6 menjadi anggota kelompok tani Ngudi Tentrem.

Sampai dengan saat ini kelompok tani Patuh beranggotakan 41 orang petani dan sudah melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

Kegiatan yang sudah dilakukan

  1. SLPTT Th. 2009 sudah 2 kali
  2. Pelatihan Pengorganisasian Dan Advokasi yang diadakan Lesman tahun 2010
  3. SL Tanaman Terpadu, 2009, dan dibantu kambing kancangan ( kakao dan ternak )
  4. Pelatihan Advokasi berperspektif Feminimisme yang diadakan Lesman tahun 2010
  5. Pelatihan Peternakan Kambing PE Tahun 2010
  6. Kerajinan anyaman Tas untuk ibu-ibu (HDN11)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kegiatan Maret 2012

MENGHORMATI ANUGRAH ALAM

MENGHORMATI ANUGRAH ALAM
kegiatan awal 1 Suro di Nglambur

OBROLAN

Waktu sekarang

pengunjung

Pages - Menu

woro-woro