Senin, 14 Oktober 2013

Membangun pemasaran bersama kakao



MENGUMPULKAN PANEN KAKAO

Petani kakao di Banjarsari, Kebonarjo, dan Pagerharjo akan melakukan pengumpulan hasil panen kakao di satu tempat dan kemudian hasil panen itu dipasarkan bersama ke PT.Pagilaran, harapannya dengan upaya pengumpulan ini akan semakin menguatkan posisi petani pada rantai nilai perdagangan kakao dan petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih baik, ke, sudah ada giatan ini dimulai  tanggal 11 Oktober 2013 di rumah bapak Nardi 8 kelompok yang akan mengumpulkan hasil panennya, tentang bagaimana mekanisme bagi hasil dan mekanisme pengumpulan yang lebih baik akan dibicarakan lebih lanjut, yang terpenting sekarang mengumpulkan kakao kering dulu, setelah terlihat berapa  Kg yang dapat dikordinir maka kemudian akan dibicarakan tentang mekanisme dan aturan-aturannya yang memang harus duduk bersama PT.Pagilaran dan teman teman Lesman, jika sudah terbangun kekompakan dan kesepahaman serta ada keuntungan yang dirasakan maka ini akan mempermudah untuk membangun wadah pemasaran bersama ini dalam satu wadah Koperasi misalnya. (HDN13)

Senin, 02 September 2013

Inovasi



CARA KREATIF MEMECAH BUAH KAKAO


Cara memecah buah kakao yang baik adalah dengan cara memukul dengan kayu atau membenturkan buah  kakao satu dengan buah kakao yang lainnya, yang penting tidak menggunakan pisau atau alat yang terbuat dari logam karena akan berdampak pada kualitas biji kakao yang ada di dalamnya, di Desa Klepu Kecamatan Kalibawang Kulonprogo ada yang mereka alat pemecah buah kakao dengan dijepit balok kayu yang dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan petani untuk memecah kakao, yang merancang alat sederhana ini adalah pak Sarno seorang pensiunan guru yang sekarang aktif dalam kegiatan kelompok Kakao, alat ini terbukti efektif untuk digunakan, aman dan kita bisa membuatnya sendiri,  bahannya hanya  balok kayu dan seutas tali dari ban dalam sepeda motor bekas , secara sepintas pasti orang dengan mudah untuk membuat alat ini. Alat ini juga mudah digunakan dengan cara menjepit buah kakao dengan dua balok….wah….cepat sekali…..semoga bermanfaat bagi yang membacannya.(HDN13)






Rabu, 12 Juni 2013

 Kunjungan Agritera Ke Forum Petani Kakao Kulonprogo


Forum Petani Kakao Kulonprogo pada tanggal 9 Juni mendapat kunjungan dari Agritera Belanda, Bapak Phlip dan Ibu Agnes, kedatangannya selain berkenalan dan melihat aktifitas Forum Petani Kakao Kulonprogo juga untuk menjajaki kemungkinan  kerjasama , kedatangannya diantar teman teman Lesman, Mas Eko Budi Darmanto, Mas Mulyono dan Hardono, sementara dari Forum ada sekitar 8 orang bertempat di Rumah pak Nardi desa Banjarsari, kecamatan Samigaluh, Dalam pertemuan ini hanya diisi diskusi ringan tentang perjalanan Forum Petani Kakao dan melihat visi ke depan Forum ini, kemudian dilanjutkan melihat kebun Kakao, melihat UPH ( Unit Pengolahan Hasil ) kakao yang diisi kotak-kotak fermentasi, kemudian ada beberapa contoh kakao yang difermentasi dan tanpa fermentasi.
Kelihatan bapak Phiilip dan Ibu Agnes secara seksama mendengarkan penjelasan dari teman-teman, sesekali melempar beberapa pertanyaan, sampai kemudian jam 12.00 pertemuan ini diakhiri.(HDN 13)

Rabu, 28 November 2012

Pengolahan Pangan Lokal



“ROTI EGG ROLL GARUT”



Purwosari adalah wilayah di kecamatan Girimulyo yang memiliki potensi tanaman pangan cukup variatif, ada polo gumandul, polo kependem dan polo kesimpar semua potensi ini bila dapat dibudidayakan dengan lebih serius maka akan menjadi sumber penghidupan bagi warganya.
Menyadari hal ini kelompok Ngudi Mulyo dengan kesadaran sendiri berinisiatif mencari ilmu dan ketrampilan dalam mengolah potensi pangan lokal menjadi makanan yang diharapkan dapat bersaing dengan produk-produk makanan instan yang menurut mereka sudah menjajah makanan lokal yang ada.
Adalah Mbak Kartini yang kemudian berinisiatif mencari narasumber pengolahan pangan Lokal, dan beliau bertemu bapak Kemin dari kelompok Mekar Sari, Sendangsari, Pengasih, Kulonprogo yang memiliki wawasan luas tentang pengolahan pangan lokal, mengolah umbi-umbian menjadi tepung, dan kemudian dari tepung itu bisa dibuat aneka macam panganan lokal yang tidak kalah baik gizi, rasa, serta penampilannya dengan panganan produk pabrikan.
Hari senin 26 Nopember 2012 di Rumah Mbak Kartina, Gedong, Purwosari, diadakan “ Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal”, dihadiri oleh sekitar 38 orang dari kelompok Ngudi Mulyo, 3 orang narasumber , 2 orang dari Lesman, dalam pengantarnya Bapak Kemin menjelaskan bahwa pengetahuan masyarakat tentang pangan hanya berkutat pada jenis makanan pokok beras, jagung, gandum, dan ketela , padahal potensi yang kita miliki sangat banyak hanya saja sentuhan tehnologi pengolahan belum dilakukan untuk jenis-jenis sumber makanan yang lain, maka kelompok mekar sari adalah salah satu kelompok yang focus pada bagaimana menerapkan tehnologi pengolahan pada jenis jenis sumber pangan lokal seperti, Mbote, ketela, garut, sluwek, uwi, mbili, tales dll.
Kemudian Pak Kemin member penjelasan tentang bagaimana membuat tepung dari semua jenis sumber makanan tadi, pada prinsipnya semua hampir sama, setelah sumber makanan itu dipanen, kemudian dibersihkan, kemudian direbus selama 15 menit untuk menghlangkan getah, setelah itu di “Sawut” atau dipotong-potong, direndam dalam air 3 hari 3 malam, dikeringkan kemudian ditumbuk atau digiling menjadi tepung, sangat mudah….setelah jadi tepung maka dapat menjadi bahan dasar untuk roti kering, roti basah (bronis) dll.
Pada kesempatan ini kita akan mempraktekkan cara membuat kue Egg Roll (kue semprong ) dari tepung Garut, Resepnya adalah : maizena 1 sendok, wijen 1 sendok, tepung garut (mokaf) 2 ons, tepung beras 1 ons, gula pasing 2 ons, dan pewarna, 1 butir telur ayam, setengah sendok garam, 1000 mili liter santan, dan 2 sendok air kapur sirih. Caranya adalah ; campur tepung garut dan beras, kocok gula pasir dan telur hingga mengembang, kemudian dicampur, ditambah santan, garam, dan air sirih, aduk secara merata, kita panaskan cetakan, masukkan 1-2 sendok adonan dalam cetakan, ditutup dan dibolak-balik, buka dan gulung dan dinginkan, makanan sudah siap saji.
Demikian setelah resep dan cara memasak dibeberkan kemudian semua berkumpul diteras dan mempraktekkan resep tadi, kurang lebih 1 jam ibu-ibu sudah dapat merasakan bagaimana caranya membuat kue ini, dan tentu dapat merasakan enaknya kue ini, anak-anak yang ikut hadir juga senang dengan makan ini.
Teryata resep dari pak Kemin cukup simple dan mudah dipraktekkan, setelah istirahat makan siang kegiatan dilanjutkan membuat bronis dengan bahan dasar tepung kasafa dan coklat…namun kali ini hasilnya kurang bagus karena padamnya listrik maka mixer tidak dapat digunakan, sehingga proses pengadukan kurang merata.
Pak kemin banyak berbagi resep pengolahan pangan lokal, dan menurut beberapa ibu yang hadir akan dipraktekkan sendiri di lain waktu. Kegiatan ini di dukung Lesman karena sesuai dengan kegiatan Lesman yang mengupayakan pemanfaatan potensi pangan lokal, agar masyarakat khususnya petani kecil tidak tergantung pada makanan yang berasal dari terigu, dan diharapkan dengan kembalinya makanan lokal dalam konsumsi masyarakat, maka ketahanan pangan akan dapat terjaga. (HDN12)

Kegiatan Maret 2012

MENGHORMATI ANUGRAH ALAM

MENGHORMATI ANUGRAH ALAM
kegiatan awal 1 Suro di Nglambur

OBROLAN

Waktu sekarang

pengunjung

Pages - Menu

woro-woro